Scroll to Top

6 Langkah Strategi Masuk Kuliah yang Harus Diketahui Anak SMA

By anakunsri / Published on Saturday, 11 Feb 2017 04:27 AM / No Comments / 496 views

Pada awal tahun, biasanya banyak siswa kelas 12 & alumni SMA/sederajat yang mulai berpikir untuk masuk kuliah. Bagi mereka yang udah ngebet banget untuk masuk kuliah, segala upaya akan dilakukan untuk mencapai tujuan tsb. Tapi dalam upaya mencapai tujuan ini, para calon mahasiswa ini seringkali dihadapkan dengan berbagai macam pertanyaan yang membingungkan, contohnya seperti:

  • Saya cocoknya berkuliah di jurusan apa?
  • Universitas yang bagus di Indonesia ada apa saja sih?
  • Ada apa aja sih jalur penerimaan masuk mahasiswa di Indonesia?
  • Sebaiknya cara masuk universitas A itu lewat jalur seleksi apa ya?
  • Bagaimana taktik menentukan urutan pemilihan jurusan ketika daftar SNMPTN/SBMPTN?
  • Apa saja indikator dalam menentukan urutan prodi dalam pendaftaran SNMPTN/SBMPTN?
  • Apakah passing grade itu adalah tolak ukur yang akurat untuk memprediksi persaingan calon mahasiswa?

… dan masih banyak pertanyaan lain yang biasanya membingungkan bagi para calon mahasiswa. Tidak jarang banyak peserta seleksi masuk universitas yang gagal, hanya karena kurang informasi. Oke intinya sih, semua pertanyaan di atas akan gua jawab dalam tulisan ini. Jadi bagi lo yang mau masuk kuliah, harap disimak baik-baik tulisan ini karena isinya penting banget.

Buat lo yang lebih memilih untuk membaca, daripada nonton video, lo bisa lanjutin baca artikel ini. Pada intinya isinya sama aja kok. Oke pada artikel ini, gua secara khusus akan membahas seluruh tahap-tahap atau langkah-langkah strategis untuk masuk universitas. Secara umum, gua membagi menjadi 6 langkah:

  1. Langkah 1: Tentukan BIDANG ILMU yang ingin kamu tekuni
  2. Langkah 2: Tentukan beberapa PROGRAM STUDI yang mendukung bidang ilmu yang kamu pilih
  3. Langkah 3: Cari tau PERGURUAN TINGGI yang menawarkan program studi tersebut
  4. Langkah 4: Tentukan JALUR SELEKSI yang akan ditempuh untuk masuk universitas
  5. Langkah 5: Petakan TINGKAT PERSAINGAN dari alternatif prodi yang diminati
  6. Langkah 6: Optimalkan Peluang Penerimaan di setiap jalur seleksi

Dengan menerapkan 6 langkah yang gua bahas di sini, gua harap lo akan punya perencanaan dan strategi yang lebih matang untuk mengoptimalkan peluang lo untuk bisa masuk kuliah. Kita mulai dengan langkah pertama:

Taking decisions for the future man standing with three direction arrow choices, left, right or move forward

Langkah 1: Tentukan BIDANG ILMU yang ingin kamu tekuni

Ini adalah langkah pertama yang penting banget. Sekali langkah awal udah salah, berantakan sudah langkah-langkah berikutnya. Ada beberapa kesalahan umum yang dilakukan calon mahasiswa dalam menentukan langkah pertamanya ini, berikut di antaranya:

  • Jangan belum apa-apa langsung menentukan jurusan apalagi universitas idaman. Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah, menentukan BIDANG ILMU yang ingin kamu tekuni dulu. Jika itu sudah mantap, baru kemudian kita lihat jurusan/universitas yang bisa mendukung ambisi lo untuk mendalami bidang ilmu tersebut.
  • Jangan menyamakan bidang ilmu dengan pelajaran di sekolah. Bidang ilmu itu luas banget, jauh lebih luas daripada 13 mata pelajaran yang kamu pelajari di sekolah. Contohnya bidang ilmu politik, bidang ilmu hukum, bidang ilmu agrikultur, bidang ilmu medis, bidang ilmu penerbangan, bidang pengolahan energi, dsb.
  • Jangan menyerahkan keputusan ini kepada orangtua atau guru kamu. Keputusan kamu menentukan bidang ilmu yang ingin kamu tekuni, akan jadi komitmen kamu seumur hidup. Bukan komitmen guru kamu, bukan komitmen orangtua kamu. Kamu yang akan menjalaninya, kamu yang menghadapi segala konsekuensinya. Mereka yang berkuliah di jurusan pilihan orang lain, sebagian besar bernasib salah jurusan dan akhirnya drop out kuliah karena merasa jenuh dan tertekan dalam belajar.
  • Jangan memilih bidang hanya berdasarkan alasan finansial prospek kerja. Karena jika alasan kamu hanya sekadar prospek kerja, tapi tidak dibarengi keinginan kuat untuk mendalami ilmunya. Biasanya ujung-ujungnya kuliahnya juga ga akan maksimal. Percuma juga kuliah di jurusan dengan prospek kerja bagus tapi kalau prestasi akademisnya juga amburadul.

Terus gimana dong cara menentukan bidang ilmu yang ingin ditekuni? Prinsipnya adalah:

“Pilih bidang yang membuat lo TERTANTANG. Pilih bidang yang bikin lo penasaran sampai lo rela buat ngulik itu siang-malem tanpa kenal waktu biar gak dibayar sekalipun. Pilih bidang yang tanpa disuruh pun lo curi-curi waktu buat belajar sendiri, atau tanpa sadar suka cari-cari info di internet atau lewat google.. Pilih jurusan yang memicu ‘sense of wonder‘ dalam diri lo. Pilih jurusan yang bener-bener akan jadi muara ilmu pengetahuan yang ingin lo tekuni sampai akhir hayat lo…”

Coba deh lo explore bidang apa yang membuat lo merasa tertantang, apa bidang yang membuat lo penasaran, bidang yang memicu ‘sense of wonder’, serta membuat lo gemas ingin mendalami hal itu sampai jadi seorang expert dalam bidangnya. Apapun pilihanmu, coba renungkan dulu baik-baik. Apapun jurusan kuliah yang lo pilih, akan ada konsekuensinya masing-masing. Pastikan bahwa lo mengetahui konsekuensi seperti apa yang akan lo hadapi, dan lo memilih untuk siap menjalani konsekuensi itu karena memang lo berambisi untuk menekuni ilmu tersebut.

PS. Untuk kamu yang ingin membaca lebih detail tentang langkah pertama ini, kamu bisa baca pada tulisan “SERIOUS WARNING: Jangan Sampai Lo Salah Milih Jurusan!”

 

Langkah 2: Tentukan beberapa PROGRAM STUDI yang mendukung bidang ilmu yang kamu pilih

Banyak calon mahasiswa yang belum apa-apa sudah menentukan universitasnya dulu, baru setelah itu berpikir mau masuk jurusan apa di universitas tersebut. Tolong jangan dibalik langkah pertama dan langkah kedua. Setelah lo menentukan bidang ilmu yang ingin lo tekuni, baru langkah berikutnya adalah menentukan jurusan & universitas yang akan menjadi tempat lo dalam menekuni bidang tersebut.

Sampai di sini, akan jauh lebih mudah jika gua bahas dengan contoh. Katakanlah, bidang ilmu yang mau lo tekuni adalah bidang dunia medis. Artinya, lo punya beberapa alternatif jurusan yang relevan dengan dunia medis, misalnya :

  • Pendidikan Kedokteran
  • Pendidikan Farmasi
  • Ilmu Biokimia
  • Teknik Biomedis / Biomedical Engineering
illustrasi ragam profesi di bidang medis

Nah, itu adalah 4 contoh jurusan yang mendukung bidang dunia medis. Jadi dunia medis bukan hanya identik dengan menjadi dokter saja ya. Seorang programmer juga bisa berkontribusi dalam bidang dunia medis, misalnya dalam pembuatan sistem yang bisa menganalisis perkembangan penyakit tertentu secara digital. Intinya sih, terlepas dari apapun bidang ilmu yang ingin lo tekuni, katakanlah bidang hukum, politik, ekonomi, pendidikan, penerbangan, otomotif, atau apapun juga… coba lo cari tau tentang jurusan-jurusan kuliah yang kira-kira relevan dengan bidang tersebut.

 

Langkah 3: Cari tau PERGURUAN TINGGI yang menawarkan program studi tersebut

Setelah, lo menentukan jurusan-jurusan kuliah tersebut, baru kemudian lo coba cari tau universitas-universitas mana saja yang menawarkan jurusan tersebut. Biar lebih gampang dibayangkan, gua beri contoh dalam bidang medis seperti di atas:

  1. Fakultas Kedokteran – Universitas Indonesia
  2. Fakultas Kedokteran – Universitas Padjajaran
  3. Fakultas Kedokteran – Universitas Gadjah Mada
  4. Fakultas Kedokteran – Universitas Brawijaya
  5. Fakultas Kedokteran – Universitas Airlangga
  6. Teknik Biomedis – Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  7. Fakultas Farmasi – Universitas Indonesia
  8. Fakultas Farmasi – Universitas Gadjah Mada
  9. Fakultas Farmasi – Universitas Padjajaran
  10. FMIPA Biokimia – Institut Pertanian Bogor

Nah, itu kira-kira contoh beberapa kandidat jurusan-universitas (selanjutnya kita sebut dengan istilah PRODI) yang relevan dengan dunia medis. Lo bisa terapkan juga cara yang sama sesuai dengan bidang ilmu yang lo minati. Beberapa tips dari gua untuk menentukan prodi yang sesuai dengan bidang lo:

  • Search di google “fakultas (misalnya: farmasi) terbaik di Indonesia”, kemudian lo bisa lihat beberapa yang menarik buat lo.
  • Cari tau lebih mendalam dunia perkuliahan di universitas yang lo incar dengan melihat curhatan kakak-kakak angkatan lo di berbagai tulisan blog. Percaya deh, kalo lo serius ngulik, banyak banget curhatan kakak angkatan yang menceritakan lingkungan dunia kampus mereka.
  • Cari berita-berita tentang prodi yang lo minati. Berita yang lo dapatkan bisa jadi positif, atau negatif. Kalau misalnya beritanya seputar prestasi-prestasi para mahasiswanya menang lomba di kancah internasional, hasil penelitiannya membawa terobosan bagi dunia ilmu pengetahuan, dan prestasi-prestasi lainnya, itu bisa jadi pertanda baik buat lo. Tapi kalo beritanya seputar kasus bunuh diri mahasiswa karena stress kuliah, perkelahian antar mahasiswa (tawuran), kasus bullying yang dilakukan senior hingga mengakibatkan kematian, atau protes mahasiswa terhadap korupsi yang dilakukan dekan/rektor… Nah itu bisa jadi pertanda buruk bagi lo dan sekaligus bisa jadi bahan evaluasi untuk melirik alternatif lain.

Sampai di sini, gua harap lo kebayang ya maksud gua dalam menentukan beberapa kandidat prodi sebagai pilihan tempat lo berkuliah. Satu hal penting yang perlu gua tekankan di sini adalah, pastikan lo memilih beberapa alternatif prodi ini dengan pertimbangan yang matang. Jangan milih beberapa prodi secara ‘asal pilih’ doang supaya sekadar ada cadangan. Kenapa menurut gua hal ini penting? Karena dari pengalaman gua, sering banget ada siswa yang mengeluh

“Aduh gua cuma dapet pilihan 3 nih, rasanya kurang sreg deh sama jurusan ini. Apa ngulang tau depan aja kali ya?”

Nah, sebelum hal serupa di atas terjadi sama lo, gua ingetin dari sekarang. Pilihlah beberapa kandidat jurusan itu dengan pertimbangan yang matang, supaya ga ada alesan “cuma dapet pilihan ketiga” seperti di atas. Pastikan seluruh option lo itu emang udah lo evaluasi secara seksama, sehingga walaupun lo ‘cuma’ dapet pilihan ketiga, lo akan jalani kuliah itu dengan sepenuh hati.

 

Langkah 4: Tentukan JALUR SELEKSI yang akan ditempuh untuk masuk universitas

Oke, ada apa aja sih jalur seleksi untuk masuk universitas? Secara garis besar, jalur penerimaan calon mahasiswa di Indonesia, terbagi menjadi 4 jalur utama, yaitu:

A. Jalur SNMPTN

SNMPTN atau dulu biasa disebut jalur undangan / PMDK adalah jalur seleksi masuk universitas negeri tanpa tes seleksi. Jalur ini terbuka khusus bagi calon mahasiswa yang masih duduk di bangku kelas 12. Jadi bagi yang sudah alumni SMA/SMK/MA/sederajat, sudah tidak lagi bisa mendaftarkan diri melalui jalur seleksi SNMPTN.

Secara garis besar, para calon peserta SNMPTN cukup melalui serangkaian proses pendaftaran, verifikasi PDSS, submit nilai rapor semester 1-5 & bukti dokumen prestasi-prestasi lainnya (jika ada). Setelah itu, calon peserta tinggal menunggu nasib apakah dirinya lolos seleksi SNMPTN pada awal bulan Mei.

Lalu bagaimana hasil seleksi SNMPTN dari tahun-tahun sebelumnya? Berdasarkan data dari tahun 2013, rata-rata dari 760ribu peserta yang mendaftar, hanya sekitar 127ribu peserta yang lolos atau sekitar 17%. Artinya, sekitar 83% atau 633ribu peserta gagal lolos SNMPTN…!! Data penerimaan SNMPTN pada tahun-tahun sebelumnya bisa kamu lihat pada tabel di bawah ini:

snmptn

Ada satu hal penting yang perlu kamu perhatikan dalam jalur SNMPTN. Setiap tahun, setiap angkatan, selalu terjadi satu skenario kesalahan sama yang dilakukan ratusan ribu calon mahasiswa… Apaan tuh? Kesalahan masal dimana RATUSAN RIBU siswa kelas 12 yang ga mempersiapkan tes masuk universitas, karena entah terlalu pede atau  terlalu berharap sehingga hanya mengandalkan jalur SNMPTN saja. Ketika hasil seleksi SNMPTN diumumkan, dan sebagian besar (83%) pesertanya gagal, mereka siap ga siap harus terima kenyataan bahwa jalur seleksi masuk yang melalui tes ujian (SBMPTN) akan dilangsungkan hanya dalam selisih waktu 2-3 minggu saja. Apakah sempat belajar persiapan SBMPTN sebanyak itu dalam waktu sesingkat itu?

Satu pelajaran penting yang bisa kita ambil dari kesalahan kakak-kakak angkatan kamu adalah: Jangan terlalu berharap dan mengandalkan jalur SNMPTN! Hal ini juga berlaku bagi kamu yang sekolah di SMA favorit dengan prestasi akademis yang baik. Sudah terlalu banyak cerita dari siswa yang terlalu pede karena sekolah di SMA favorit dengan modal nilai yang memuaskan, tapi gagal lolos seleksi SNMPTN.

Bagi kamu yang ingin informasi selengkapnya seputar jalur seleksi SNMPTN, seperti persyaratan, cara daftar, jadwal penting, sistem seleksi, daya tampung, indikator seleksi, persentase/peluang lolos, dsb. Kamu bisa cek laman Zenius Info SNMPTN

B. Jalur SBMPTN

SBMPTN (sebelum tahun 2013 namanya SNMPTN), adalah jalur seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dengan sistem tes/ujian tertulis. Secara garis besar, terdapat 3 paket ujian SBMPTN, yaitu:

  1. TKPA (90 soal | 105 menit) = TPA, Matematika Dasar, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris
  2. TKD Saintek (60 soal | 105 menit) = Matematika Saintek, Fisika, Kimia, Biologi
  3. TKD Soshum (60 soal | 75 menit) = Ekonomi, Sejarah, Sosiologi, Geografi

Ketiga paket ujian ini akan disesuaikan dengan pilihan prodi kamu. Jika pilihan prodi kamu mensyaratkan paket ujian Soshum, berarti kamu harus mengikuti ujian TKPA & TKD Soshum. Biasanya prodi yang mensyaratkan paket ujian Soshum adalah prodi yang bernuansa IPS, seperti Ilmu Hukum, Ekonomi, Politik, Psikologi, dll.

Sebaliknya jika pilihan prodi kamu mensyaratkan paket ujian Saintek, berarti kamu harus mengikuti ujian TKPA & TKD Saintek. Biasanya prodi yang mensyaratkan paket ujian Saintek adalah prodi yang bernuansa IPA, seperti Teknik, MIPA, Informatika, Kedokteran, dll.

Kemudian jika dalam pemilihan prodi (misalnya pilihan 1 kamu Kedokteran UI, pilihan kedua Hukum UGM) kamu ada yang mensyaratkan paket ujian Soshum & Saintek (IPC Campuran), berarti kamu akan mengikuti paket Ujian TKPA, TKD Saintek, dan TKD Soshum. Perlu diperhatikan juga bahwa apapun paket ujiannya, kamu wajib menjalani tes ujian TKPA. Supaya lebih kebayang, berikut adalah rundown hari H SBMPTN:

rundown H SBMPTN

Nah, mungkin di antara lo ada yang penasaran gimana sih tingkat persaingan SBMPTN dalam skala nasional? Berikut adalah rekap data 4 tahun terakhir sejak tahun 2013:

sbmptn

Bisa kamu lihat bahwa tingkat persaingan jalur SBMPTN juga tidak kalah ketat dengan jalur SNMPTN. Dari data sejak tahun 2013, rata-rata peserta SBMPTN sebanyak 667ribu peserta, dimana jumlah yang lolos hanya 116ribu peserta atau sekitar 17.5% saja. Informasi selengkapnya tentang aturan, syarat, cara pendaftaran, dll… bisa kamu baca di artikel aturan lengkap SBMPTN

C. Jalur Ujian Mandiri (UM)

adalah jalur seleksi masuk universitas melalui tes/ujian yang diselenggarakan oleh masing-masing institusi/universitas bersangkutan. Masing-masing universitas, memiliki nama, jadwal, serta format soal yang berbeda. Berikut adalah nama beberapa ujian mandiri yang cukup dikenal:

  • Universitas Indonesia = Seleksi Masuk Universitas Indonesia (SIMAK UI)
  • PKN STAN = Ujian Saringan Masuk (USM) PKN STAN
  • Universitas Gadjah Mada = Seleksi Ujian Tulis (UTUL) UGM
  • Universitas Diponegoro = Seleksi Mandiri Masuk (SMM) Undip
  • Institut Pertanian Bogor = Ujian Talenta Masuk (UTM) IPB

… dan masih banyak nama-nama Ujian Mandiri lainnya, tergantung dengan istilah yang diberikan universitas masing-masing. Oleh karena itu, gua harap lo bisa lebih pro-aktif dalam mengorek informasi seputar Ujian Mandiri yang diselenggarakan oleh kandidat-kandidat universitas yang lo inginkan. Khususnya seputar jadwal pendaftaran, tes, deadline bayar uang kuliah, dan pengumuman hasil tes.

PS. Di zenius.net kamu bisa mendapatkan pembahasan soal-soal Ujian Mandiri tahun-tahun lalu, beberapa di antaranya adalah:

D. Jalur Ujian Masuk Bersama (UMB PT)

Ujian Masuk Bersama Perguruan Tinggi (UMB PT) merupakan Ujian Mandiri yang dilaksanakan secara bersama-sama oleh beberapa Perguruan Tinggi Negeri maupun Perguruan Tinggi Swasta. Jadi secara pengertian mirip SBMPTN namun PTN yang mengikuti UMB PT lebih sedikit. Jika SBMPTN diikuti oleh sekitar 65 PTN, UMB PT diikuti oleh kurang lebih 15 PTN. Biasanya, UMB PT diselenggarakan pada akhir tahun ajaran, sekitar bulan Agustus. Jadi jalur tes ini bisa jadi jalur cadangan bagi kamu yang gagal di jalur seleksi yang lain. Materi Ujian terdiri dari:

  • Soal Penalaran Matermatika dan Bahasa terdiri dari: Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris
  • Soal Penalaran Sains terdiri dari : Matematika Sains, Fisika, Kimia, Biologi
  • Soal Penalaran Ilmu Sosial terdiri dari : Ekonomi, Sejarah dan Geografi

Untuk keterangan lebih lanjut atau keterangan seleksi mandiri PTN lain, langsung aja tengok di website PTN masing-masing ya.

****

Oke itulah gambaran singkat dari keempat jalur penerimaan calon mahasiswa di Indonesia. Satu pesan penting yang gua harap lo ingat adalah: Jangan hanya mengandalkan 1-2 jalur seleksi masuk universitas, apalagi hanya mengandalkan jalur SNMPTN. Jumlah calon mahasiswa di Indonesia yang ingin berkuliah diprediksikan sekitar 800ribu – 1juta orang. Sementara jumlah bangku kuliah hanya sekitar 300ribu kursi. Artinya, ada persaingan ketat bagi para calon mahasiswa untuk bisa masuk bangku kuliah setiap tahunnya.

Saran singkat dari gue: Ikutilah jalur SNMPTN, tapi jangan terlalu diharapkan, anggap saja kalo lolos itu adalah BONUS hasil kerja keras lo dari kelas 10. Belajarlah untuk persiapan SBMPTN & UM dengan asumsi/anggapan bahwa lo ga akan diterima di jalur SNMPTN. Selain itu, jangan juga hanya mengandalkan jalur SBMPTN, pastikan juga lo mengikuti berbagai jalur seleksi mandiri (UM) di beberapa universitas. Karena secara umum, persaingan masuk jalur SBMPTN, relatif lebih ketat dibandingkan dengan persaingan masuk melalui jalur ujian mandiri. Gak jarang banyak murid zenius yang justru lebih berhasil di jalur Ujian Mandiri seperti SIMAK UI, UTUL UGM, USM, STAN, UM UNDIP, dll…

 

Langkah 5: Petakan TINGKAT PERSAINGAN dari alternatif prodi yang diminati

Oke setelah sebelumnya lo menentukan beberapa opsi kandidat prodi yang bisa jadi alternatif (langkah 2). Sekarang saatnya lo memetakan tingkat persaingan dari opsi-opsi yang sebelumnya lo tulis di atas. Eh tapi, cara menentukan tingkat persaingan berdasarkan apa nih? Beberapa di antara lo mungkin akan jawab berdasarkan passing grade, atau berdasarkan ‘gengsi’ dari universitas, atau bisa juga ada yang menjawab berdasarkan lokasi universitas yang paling dekat dengan rumah.

Singkatnya, langsung gua jawab aja ya: Indikator yang paling tepat dalam memetakan persaingan masuk untuk setiap prodi bukanlah dengan melihat passing grade, bukan juga dengan melihat gengsi atau akreditasi universitas, tapi berdasarkan RASIO PEMINAT BERBANDING DENGAN JUMLAH KURSI YANG TERSEDIA.

Mungkin ada yang bertanya-tanya kenapa passing grade ga bisa jadi indikator yang tepat. Singkatnya sih, passing grade itu berguna untuk mengevaluasi try out, tapi kurang akurat untuk memprediksi tingkat persaingan dalam prodi tertentu. Misalnya passing grade SBMPTN Fakultas Hukum Universitas Padjajaran itu tahun lalu di angka 53, tapi pada tahun ini bisa jadi angka itu bergeser karena peminatnya menurun atau jumlah kursi bertambah.

Nah, sekarang gimana nih caranya melihat rasio jumlah peminat dengan daya tampung. Sedikit banyak, memang lo yang harus mau pro-aktif sendiri untuk mencari tau dari kandidat-kandidat prodi yang lo minati. Untuk mengetahui info jumlah peminat & daya tampung, sebetulnya semua informasi itu dibuka secara umum kok di website resmi SBMPTN. Hanya saja untuk saat ini (Januari 2017), panitia belum mengupdate informasinya. Gua akan kasih 2 contoh pemetaan berdasarkan jumlah peminat tahun 2015 & daya tampung 2016.

simulasi-daya-tampung

Sebagaimana lo bisa lihat sendiri, rasio peminat/kuota didapat dari persentase kuota (tahun berjalan) dibandingkan dengan jumlah peminat tahun lalu. Artinya, semakin kecil persentase, maka tingkat persaingan pada prodi tersebut semakin ketat. Dari data di atas, maka dapat disimpulkan bahwa persaingan masuk Farmasi UGM itu persaingannya sangat ketat, sementara untuk masuk FMIPA IPB relatif lebih longgar. Sementara untuk jurusan Ilmu Hukum UI relatif lebih ketat dibanding beberapa PTN lainnya. Sementara itu, Ilmu Hukum UB bisa dikatakan persaingan yang paling ringan dibandingkan alternatif prodi yang lain. Sampai di sini kira-kira jelas ya gimana memetakan tingkat persaingan untuk setiap prodi.

 

Langkah 6: Optimalkan Peluang Penerimaan di setiap jalur seleksi

Oke, kita sampai pada tahap terakhir. Pada tahap ini, gua asumsikan lo udah punya keputusan yang bulat terkait dengan :

  • Bidang ilmu yang ingin ditekuni (Langkah 1)
  • Beberapa alternatif prodi yang menjadi tujuan kuliah (Langkah 2 & 3)
  • Peta seberapa ketat persaingan dari masing-masing prodi yang menjadi target tujuan lo (Langkah 5)

Sekarang dengan modal 3 point di atas, pertanyaannya adalah :

Bagaimana strategi untuk plotting opsi-opsi prodi tsb agar kita dapat MEMAKSIMALKAN PELUANG PENERIMAAN pada seleksi SNMPTN, SBMPTN, dan UM?

SNMPTN

Pada prinsipnya kamu hanya memiliki 2 modal untuk menjadi bahan pertimbangan seleksi SNMPTN, 2 modal tersebut adalah adalah (1) nilai raport kamu semester 1-5 dan (2) indeks sekolah kamu masing-masing. Lebih detail mengenai tolak ukur 2 hal di atas tidak bisa diketahui secara pasti karena merupakan rahasia internal masing-masing PTN. Satu-satunya cara untuk memprediksikan adalah dengan melihat tren dari sejarah penerimaan SNMPTN di sekolah kamu pada beberapa angkatan di atas kamu.

Jika kamu melihat tren bahwa sekolah kamu langganan bisa masuk PTN A untuk prodi (misalnya) teknik Kimia. Maka, peluang kamu untuk bisa masuk prodi tsb pada PTN A relatif lebih besar daripada kamu daftar ke PTN lain, dimana sekolah asal kamu tidak pernah punya track record penerimaan sebelumnya.

Tips lain yang bisa gua share adalah, jika kamu tidak terlalu pede dengan nilai rapor atau index sekolah kamu, sebaiknya JANGAN mengisi pilihan 1 dengan prodi yang tingkat persaingannya tinggi, sementara pilihan 2 & 3 lo isi dengan prodi yang persaingannya relatif mudah. Kenapa jangan? karena berdasarkan survei yang dilakukan oleh tim Zenius, jumlah peserta yang diterima pada pilihan 2 & 3 relatif sangat sedikit dibandingkan penerimaan pada pilihan 1. Jadi praktisnya, jika kamu langsung menaruh PTN yang tingkat persaingannya relatif mudah LANGSUNG pada pilihan 1, kemungkinan kamu diterima akan lebih tinggi.

prioritas jurusan

Namun demikian, pada dasarnya seleksi SNMPTN ini memang jangan terlalu diharapkan, anggap saja jika diterima adalah BONUS. Apalagi jika kamu adalah siswa/siswi SMK atau MA, gua bahkan menyarankan lo tidak perlu terlalu memusingkan SNMPTN sama sekali. Karena berdasarkan survei beberapa tahun terakhir, jumlah penerimaan SNMPTN dari mereka yang sekolah asalnya SMK atau MA, tidak lebih dari 1% saja. Artinya 99% yang diterima berasal dari SMA. Lebih lanjut mengenai strategi memperbesar peluang penerimaan SNMPTN, bisa kamu baca artikel Gimana caranya memaksimalkan peluang di SNMPTN

SBMPTN

Oke, gua langsung aja ke tips menentukan jurusan pada seleksi SBMPTN, ada 2 tips utama yang sangat gua sarankan:

Tips 1: Prioritaskan universitas yang tidak memiliki opsi Ujian Mandiri

Perlu lo perhatikan juga, bahwa ada beberapa PTN yang tidak membuka jalur ujian mandiri, misalnya ITB, UNPAD, dll. Nah, jika dalam beberapa alternatif pilihan prodi lo adalah universitas yang tidak membuka jalur mandiri, berarti pastikan prodi tsb lo ambil di jalur SBMPTN!

Jangan sampai jadwal tes ujian mandirinya bentrok jadwalnya satu sama lain! Dalam konteks di atas, kemungkinan yang biasanya selalu bentrok jadwal tes ujiannya adalah UTUL UGM dan SIMAK UI. Jadi pada akhirnya lo harus memilih salah satu untuk diikuti Ujian Mandirinya, sementara 1 lagi masuk jadi pilihan di SBMPTN.

Tips 2: Prodi yang persaingannya ketat, sebaiknya ambil di Ujian Mandiri

Nah, terus gimana dong cara paling efektif untuk menentukan mana pilihan 1,2,3? Rumusnya adalah : Prodi yang tingkat persaingannya ketat, lebih baik dikejar di Ujian Mandiri, daripada di SBMPTN. Kenapa begitu? Karena berdasarkan pengalaman gua, tingkat persaingan di Ujian Mandiri relatif tidak seketat jalur SBMPTN.

Ujian Mandiri

Setelah kamu selesai plotting pilihan jurusan untuk SBMPTN, berarti sisanya kamu bisa mengikuti Ujian Mandiri: SIMAK UI, UM Undip, SPMB Mandiri Unsoed. Beberapa saran gua untuk mengikuti Ujian Mandiri:

  1. Jangan males ikut Ujian Mandiri! Banyak banget murid zenius tahun-tahun lalu yang akhirnya malah mendapat hasil yang lebih memuaskan di ujian mandiri daripada SNMPTN dan SBMPTN. So, jangan males untuk ikut ujian mandiri. Jika kamu ada waktu, ada kesempatan, jangan disia-siakan, peluang kamu masuk universitas ga akan dateng setiap hari, atau setiap minggu.
  2. Bikin timeline jadwal rundown beberapa ujian mandiri di kalender kamu, supaya kamu ga kelewat deadline penting. Beberapa hal yang perlu kamu perhatikan adalah:
    • Jadwal buka pendaftaran
    • Deadline penutupan pendaftaran
    • Jadwal (+lokasi) tes ujian
    • Jadwal pengumuman hasil tes
    • Deadline batas akhir pembayaran uang kuliah

Pastikan kamu memiliki informasi yang akurat terhadap 5 point di atas untuk masing-masing proses seleksi mandiri yang kamu ikuti. Dengan memiliki jadwal rundown yang jelas serta perencanaan yang matang, tingkat peluang/kemungkinan kamu diterima masuk universitas akan jauh lebih besar daripada mereka yang maju bertanding tanpa melakukan perencanaan yang matang.

Sekian tips dan langkah-langkah strategis untuk masuk universitas dari gue. Semoga bermanfaat & membuat perencanaan lo lebih matang, khususnya untuk mengoptimalkan peluang lo untuk masuk kuliah tahun ini. Sampai jumpa di artikel berikutnya!

Referensi: Zenius

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *