6 Pelajaran Hidup dari Jack Ma, Orang Terkaya di Asia

by
pelajaran hidup jack ma

Jack Ma, siapa yang tak kenal sosok pendiri Alibaba yang kesohor ini. Perjalanan hidupnya menjadi inspirasi banyak orang. Kisah perusahaannya pun menjadi tolak ukur kesuksesan bagi sebagian orang. Namun apa sih yang membuat Jack Ma begitu berbeda dari kebanyakan pengusaha lainnya?

Diwarnai dengan kisah kegagalannya yang membuat siapapun miris, Jack Ma justru kini mampu menjadi orang terkaya di Asia. Pria yang baru saja menanggalkan jabatannya sebagai chairman Alibaba Group dan memutuskan pensiun untuk kegiatan filantropi ini sungguh mengagetkan banyak pihak.

Jack Ma memulai karir sebagai guru. Mungkin ia adalah mantan guru paling kaya di dunia.

Hampir semua orang mempunyai keyakinan bahwa untuk sukses mendirikan perusahaan teknologi harus memiliki pengetahuan dalam bidang teknologi, manajemen, dan pengalaman. Namun pendiri Alibaba Group, Jack Ma, tidak memiliki itu semua ketika memulai usahanya pada tahun 1995.

“Satu-satunya hal yang membuat saya sukses adalah latar belakang mengajar saya,” ujar Ma dalam World Economic Forum in Tianjin, China.

Sebelum memulai Alibaba, Jack Ma adalah orang yang sangat akrab dengan kegagalan. Jack Ma pernah 30 kali ditolak saat melamar pekerjaan. Hingga akhirnya ia memulai perusahaan berbasis internet.

Di forum tersebut, Jack Ma mengakan bahwa saat memulai Alibaba ia tidak mengetahui apapun tentang teknologi dan tidak mengerti cara menjalankan sebuah bisnis, Namun ia memiliki kepercayaan diri sebab ia adalah seorang guru. Guru menurut Ma, memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi dan menyeleksi bakat seseorang.

Kini, Jack Ma merupakan salah satu orang terkaya di dunia dengan total kekayaan mencapai $37 Miliar Dollar (sekitar Rp 540 Triliun) berdasarkan Majalah Forbes.

Berikut 6 pelajaran hidup dari Jack Ma yang apabila diikuti mampu mengubah nasib Anda.

  • ‘Saya tidak mau mati di kantor’

Pada sebuah forum di China, ketika ditanya tentang rencana pensiun dininya, dia mengatakan,”Saya tidak mau mati di kantor. Saya bisa mati di tepi laut. Jika itu terjadi, Saya akan sangat bahagia. Saya lebih suka mati di tepi pantai ketimbang di kantor.”

Bicara tentang latar belakangnya sebagai guru Bahasa Inggris, ia menambahkan,”Saya dulu adalah seorang guru. Jenis pekerjaan yang tidak populer di mata para pengusaha. Tapi seiring berjalannya waktu, saya memiliki tim yang sangat bagus, tapi tidak ada keberuntungan yang menaungi Anda selamanya. Kami harus mengurangi faktor keberuntungan jika ingin perusahaan tetap maju. Karena itu, Anda butuh menawarkan lebih banyak kesempatan pada orang lain, yang berarti Anda memberikan kesempatan bagi diri Anda untuk digantikan.”

Terkair ketertarikannya di luar dunia teknologi dan bisnis, Jack Ma mengatakan,”Anda dilahirkan untuk melihat kehidupan dan mencoba berbagai hal baru, bukan cuma pekerjaan. Banyak sekali hal yang menarik perhatianku selama 20 tahun terakhir ini. Saya merasa sedih dan kecewa karena saat itu saya tidak memiliki waktu dan kapabilitas untuk melakukannya. Namun sekaran, saya memiliki waktu dan kapabilitas unutk melakukan hal-hal baru.”

Jack Ma menolak logika banyak pekerja dan entrepreneur lain di Cina yang bekerja sampai usia 80 hingga 90 tahun.

“Saya tidak berpikir bahwa seseorang harus bekerja hingga usia 80-90 tahun. Coba liat di negara lain, entrepreneur dan pemilik bisnis memiliki rambut yang putih namun seperti yang kamu ketahui, mereka menikmati sisa hidup mereka. Oleh karena itu, sejak saat ini, saya ingin melakukan hal-hal yang menarik perhatian dan mulai menikmati hidup.”

“Saya benar-benar ingin menunjukkan kepada para pemilik bisnis di Cina dan Asia. Jangan pernah berpikir dan terus bekerja sampai Anda berusia 90 tahun.” tambah Jack Ma.

  • Kenapa Anda harus berinvestasi pada sumber daya manusia

Berinvestasi pada sumber daya manusia yang Anda miliki merupakan kunci kesuksesan perusahaan Anda. Jack Ma menjelaskan alasan mengapa Anda harus menghabiskan uang untuk mendidik karyawan Anda.

“Sebagai seorang pebisnis, perhatian utama adalah selalu kemana uang datang dan kemana uang pergi,” kata Jack Ma.

Dia juga menambahkan bahwa seorang entrepreneur sebaiknya menghabiskan uang untuk membangun infrastruktur perusahaan atau membantu karyawan Anda untuk mendapatkan pendidikan terbaik.

“Tidak semua orang bisa kuliah di Harvard. Kita harus menghaiskan uang untuk mendidik orang agar mereka memiliki pendidikan yang setara.”

  • ‘Tak perlu cerdas untuk jadi orang sukses’

Jika Anda berpikir Anda harus pintar dan cerdas untuk sukses, Anda salah besaar!

Ketika menceritakan pengalamannya, pengusaha yang terkenal sebagai ‘Crazy Rich Asian’ itu mengatakan.”Aku tidak tahu apapun tentang teknologi atau manajemen ketika memulai bisnis. Kuncinya sederhana: Anda tak harus mengetahui segala hal. Anda harus menemukan orang yang lebih pintar dari Anda. Selama bertahun-tahun, Saya selalu berusaha untuk menemukan orang yang lebih pintar dari saya. Ketika Anda menemukan banyak orang pintar dan cerdas, maka tugas Anda adalah memastikan kalau orang-orang pintar itu dapat bekerja sama. Dan ketika orang cerdas mampu bekerja sama, maka Anda akan lebih mudah mencapai tujuan. Sebab orang bodoh sangat mudah bekerja sama satu sama lain, orang pintar tidak pernah bisa bekerja sama!”

Ma menyarankan bahwa ketika Anda berusia 20-30 tahun, bekerja di perusahaan untuk belajar sebanyak mungkin tentang pekerjaan. Ketika Anda berusia 30-40 tahun, jika Anda ingin melakukan sesuatu sendiri, lakukan saja. Anda masih bisa kehilangan atau gagal. Tetapi ketika Anda berusia 40-50 tahun, saran saya adalah Anda melakukan hal-hal yang Anda kuasai.

Dia menambahkan, “Tidak melakukan hal-hal yang menurut Anda menarik, dan saya ingin mencoba sesuatu yang baru. Itu sedikit lebih berbahaya. Ketika Anda berusia 50-60 tahun, Anda harus menghabiskan waktu untuk melatih dan mengembangkan generasi muda, generasi berikutnya. Ketika Anda berusia 60 tahun, Anda harus menghabiskan waktu bersama cucu Anda. ”

  • Belajar dari kegagalan orang lain, bukan dari kesuksesannya

Belajar dari kesukesan orang lain merupakan sesuatu yang lazim dilakukan banyak orang. Buku-buku motivasi mengangkat banyak kisah mengenai kesukesan tokoh-tokoh agar orang lain bisa belajar dari keberhasilannya. Namun, jangan lupakan bahwa yang seharusnya dipelajari adalah tentang kegagalan-kegagalan yang tokoh tersebut alami dan bagaimana ia mengatasinya.

“Dalam hidup, bukan seberapa banyak yang kami raih, betapa kami telah melewati hari-hari yang berat dan kesalahan,” kata Jack Ma.

Jack Ma menambahkan “Jika Anda ingin sukses, belajar dari kesalahan orang lain, jangan belajar dari kisah sukses”.

  • Menjadikan diri sendiri sebagai pesaing

Jack Ma menyarankan, ketimbang menjadikan kesuksesan orang sebagai indikator keberhasilan kita, lebih baik menetapkan sasaran dan target untuk diri sendiri. Dengan begitu, kita menjadikan diri sendiri sebagai pesaing. Anda dapat melakukan ini dengan membayangkan apa yang Anda harapkan untuk sukses dalam 10 tahun, metode yang berhasil bagi Jack Ma.

  • Jangan menghindari masalah tetapi hadapi

Jack Ma mengatakan bahwa orang-orang yang berusia 20-30an “masih beruntung” karena masih banyak hal yang mesti dipelajari. Dalam proses belajar itu, seseorang pasti akan mengalami masalah atau kegagalan. “Tidak peduli seberapa pintar Anda, Anda akan menghadapi kesalahan,” kata Jack Ma.

“Anda belajar dari kesalahan bukan karena Anda akan mampu menghindari kesalahan ketika kesalahan ini datang, penderitaan ini datang, Anda belajar bagaimana menghadapinya, bagaimana memandangnya.” tambahnya.

Sumber: Aziswhite.com