Alasan Kenapa MLM Sering Dibenci Masyarakat?

0
321
Alasan Kenapa MLM Sering Dibenci Masyarakat

Mayoritas mahasiswa sudah tahu dengan yang namanya MLM atau Multi Level Marketting. Berdasarkan Wikipedia, Multi Level Marketting (MLM) merupakan sistem penjualan berkelompok yang membentuk tim pemasaran secara bertingkat. Sistem MLM ini lebih mengutamakan kebersamaan untuk mencapai target omzet yang diinginkan oleh perusahaan. Seorang anggota MLM yang dapat memimpin timnya dengan baik biasanya akan mendapat komisi atau bonus yang besarnya ditentukan berdasarkan kebijakan masing-masing perusahaan MLM.

Sebagai mahasiswa, saya pernah beberapa kali diprospek oleh teman-teman untuk bergabung dengan perusahaan MLM yang ia ikuti. Pernah sekali akhirnya saya daftar suatu MLM karena terlalu sering di sms, telepon, hingga di chat Facebook. Nah, dari pengalaman beberapa tahun itu, saya jadi terpikir untuk membuat tulisan ini.

Tulisan ini merupakan hasil dari survei pribadi saya yang menanyai beberapa teman,tetangga hingga orang tua tentang pandangan mereka terhadap MLM. Nah saya mendapatkan beberapa jawaban yang menurut saya patut disimak oleh mahasiswa dimana pun berada.

Berikut adalah beberapa alasan kenapa MLM kurang disukai di masyrakat:

1. Produk tidak jelas

Inti dari kegiatan MLM sebenarnya adalah menjual produk. Namanya juga bisnis pasti harus menjual barang. Nah tapi di MLM, banyak orang hanya sibuk mengurusi bagaimana caranya menambah downline biar cepat naik pangkat ke jenjang yang lebih tinggi. Meskipun MLM menjual produk, entah itu produk kesehatan,kecantikan, dll produk tersebut kadang kurang jelas manfaat dan khasiatnya. Yang lebih menjengkelkan adalah banyak anggota MLM yang suka ‘melebih-lebihkan’ kualitas produk tersebut.

2. Memicu Pemborosan

Nah untuk yang satu ini benar-benar saya rasakan. Gimana enggak sob, sebagai mahasiswa yang duit jajan pas-pasan disuruh beli produk yang harganya per buah bisa ratusan ribu. Seringkali produk dari MLM tersebut tidak jelas manfaat dan kegunaannya, tapi sebagai member diharuskan membeli produk tersebut yang ujung-ujungnya cuma dibuang karena kadaluarsa. Selain itu, biaya investasi yang katanya untuk sukses juga banyak seperti ; beli CD dan kaset motivasi, biaya seminar, bensin, ongkos untuk naik pangkat,hingga alat-alat untuk presentasi pada calon anggota / prospek.

3. Data perusahaan MLM tidak akurat

Bagi kamu yang pernah didatangi atau dipresentasi anggota MLM, pasti orang itu sesumbar mengenai perusahaan MLM-nya. Bahkan diantaranya agak kurang masuk akal. Kadang ia menyebutkan kalau perusahaannya sudah memiliki cabang di ratusan negara. Pernah ada MLM yang presentasi saya menyebutkan bahwa perusahaannya sudah memiliki cabang di 200 lebih negara. Padahal berdasarkan PBB total negara yang ada di muka bumi ini cuma 192 negara. Mungkin 8 negara sisanya negara hantu. :D

4. Anggota MLM suka sesumbar

Pernah dipresentasi atau ikut seminar MLM? Ketika anda mendengar mereka berbicara bisa dipastika kalau mereka akan berbicara “lebay membahana”. Kalau kamu tanya berapa pendapatannya sebulan dari kegiatan MLM itu, pasti dijawab dengan angka yang cukup fantastis dengan tampang meyakinkan. Selain itu, mereka juga sesumbar mengenai bonus bila mengikuti MLM itu. Bonusnya tidak tanggung-tanggung, ada mobil, jalan-jalan ke luar negeri, emas, rumah, bahkan ada MLM yang ‘janji’ akan memberikan pesawat pribadi pada membernya. Impossibru kan!!!

5. Member MLM suka maksa

Inilah yang paling tidak disukai masyarakat dari anggota MLM. Jika setelah dipresentasi anda menolak untuk bergabung dengan MLM tersebut. Bagi anggota MLM, penolakan seseorang merupakan cambuk bagi mereka untuk lebih agresif merekrut anggota baru. Jika kamu tetap menolak, jangan salahkan siapa-siapa ya kalau mereka bakal membombardir kamu dengan telepon, sms, inbox fb, hingga DM di Twitter.