Jutawan ini Menganggap Kuliah Tidak Penting Bagi Entrepreneur

0
349

Peter Thiel, Pendiri Paypal Merasa Bahwa Kuliah Tidak Penting Bagi Entrepreneur. Kontroversial?

Di dalam dunia entrepreneur, kuliah justru adalah gangguan. Tanyakan saja pada Peter Thiel, co-founder dan mantan CEO PayPal, sekaligus investor awal Facebook. Dan bukan hanya omdo, Thiel bahkan menawarkan dana investasi sebesar $100,000 bagi 20 entrepreneur muda terpilih (di bawah usia 20 tahun) yang bersedia meninggalkan bangku kuliah mereka. Selain modal, mereka juga akan mendapat akses ke hampir seratus mentor terkenal dan 2 tahun bimbingan untuk mengembangkan bisnis impian mereka menjadi kenyataan. Program ini diberinya nama Thiel Fellowship. Di antara orang-orang terpilih adalah Laura Deming, seorang pakar biogerontology berusia 17 tahun di MIT yang ingin mengkomersilkan riset anti penuaan. Ada juga Andrew Hsu, seorang kandidat Ph.D Stanford berusia 20 tahun yang meninggalkan bangku kuliah demi memulai Airy Labs, sebuah studio pembuatan game anak-anak.

 

Apakah kuliah adalah sebuah gangguan?

“Semacam itu,” kata Thiel, dikutip dari sebuah wawancara di majalah Entrepreneur. “Anak muda lulus kuliah dibebani dengan hutang bantuan pendidikan, yang kemudian mulai mendorong mereka untuk berkarir di bisnis dengan gaji sepadan, namun tidak akan membantu negara dan peradaban kita.”

Thiel menganggap bahwa entrepreneur bukanlah soal aspirasi. Hal ini sama dengan mengatakan kalau Anda ingin jadi kaya dan terkenal ketika tumbuh dewasa, terlalu abstrak. Menurutnya, motivasi lah yang terpenting. Entrepreneur bukan merupakan sebuah karir yang didapatkan melalui proses belajar. Melainkan karena ada masalah yang ingin Anda pecahkan, dan dalam proses pemecahan ini, Anda harus jadi entrepreneur.

peter-thiel

Soal umur.

“Menurut saya, tidak ada yang namanya waktu paling tepat untuk jadi entrepreneur,” katanya. Anda tidak perlu tua atau muda, berpengalaman atau masih fresh. Siapapun bisa jadi entrepreneur pada titik manapun di hidup mereka.

Thiel Fellowship hanya memilih peserta di bawah 20 tahun semata-mata karena menurut Thiel, mereka ingin memberikan kesempatan dini pada pemuda untuk memulai perjalanan entrepreneur mereka lebih awal dari orang lain. Sehingga, kriteria mereka yang terpilih adalah mereka-mereka yang memiliki passion tentang hal-hal yang mampu mengubah dunia.

 

Menghargai mereka-mereka yang berani mengambil resiko.

Ketika ditanya seputar apakah investasi Thiel layak untuk ia perjuangkan, Thiel menjawab bahwa ia sendiri pun tidak bisa mengetahui apakah bisnis anak asuhnya akan bertahan hingga 10,15, atau 20 tahun. Akan tetapi ketika ia bersedia mengambil resiko ini, maka ia pun menghargai mereka-mereka yang bersedia mengambil resiko bersamanya.

“Rencananya adalah membuat mereka berpikir keras selama beberapa bulan pertama untuk memformulakan ide mereka. Inovasi yang nyata harus diberikan timeline yang super-padat,” kata Thiel. Dan mungkin baginya, kuliah hanya akan jadi gangguan dalam proses ini.

Thiel adalah seorang idealis. Pandangannya ini ditentang keras oleh entrepreneur sukses lainnya Michael Baum dengan menawarkan pendanaan 1 Milliar Rupiah untuk entrepreneur yang tetap berkuliah. Di luar apakah kita setuju atau tidak dengan pandangannya, upaya Thiel untuk mendorong kewirausahaan perlu kita acungi jempol. Jadi Sobat Anak Unsri, bagaimana menurut Anda. Apakah kuliah penting atau tidak? Mari berdiskusi di kolom komentar! [Photo Credit: Heisenberg]