Scroll to Top

Presma Dilaporkan ke Polisi, Mahasiswa Unsri Ancam Demo Besar-besaran

By anakunsri / Published on Thursday, 03 Aug 2017 11:14 AM / No Comments / 244 views

demo mahasiswa unsri

Serangkaian aksi massa yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Sriwijaya akhir-akhir ini berbuntut pada penonaktifan tiga akun akademik mahasiswanya. Ketiga nama tersebut adalah Rahmat Farizal (Presiden Mahasiswa Unsri), Aditia Arief Laksana (Ketua Umum KAMMI Al Aqsho Unsri), dan Ones Sinus (Ketua Umum GMNI Unsri). Ketiga mahasiswa ini merupakan para pimpinan aksi yang menuntut penurunan biaya UKT bagi mahasiswa semester 9.

Bahkan Rahmat Farizal juga dilaporkan oleh pihak kampus ke polisi. Dari surat yang beredar di media sosial, Rahmat Farizal juga diancam drop out dari kampus. Dalam surat yang ditandatangani oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik Zainudin Nawawi tertanggal 1 Agustus 2017 tersebut dikatakan bahwa Rahmat Farizal melakukan tindakan dan perbuatan yang mengorganisir kegiatan demonstrasi dengan cara penyampaian dan materi yang mengandung unsur-unsur seperti pengujaran kebencian terhadap rektor, mengancam untuk membakar aset negara, mempermalukan Rektor dan Senat Unsri dalam acara resmi dan melakukan pelanggaran hukum/undang-undang dan etika.

Akan tetapi semua itu dibantah oleh Rahmat Farizal. Dia mengatakan bahwa apa yang disampaikan oleh pihak kampus hanya mengada-ada saja. Bahkan, aksi yang dilakukan berjalan dengan damai.

Sementara itu, Agus selaku Menteri Politik BEM Unsri mempertanyakan tindakan yang dilakukan oleh pihak rektorat Unsri.

“Adakah yang salah dengan menyampaikan pendapat di muka umum? Bukankah kita tinggal di negara yang katanya menjunjung tinggi demokrasi?” kata Agus, Rabu (2/8).

Menurutnya, kebebasan dalam penyampaian pendapat di depan umum dilindungi oleh undang-undang dan merupakan representasi dari negara yg menerapkan sistem demokrasi. Sesuai dengan Pasal 28 UUD 1945 yaitu Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang. Dia menambahkan kalau peraturan yang tertulis sepertinya hanyalah hitam diatas putih bagi Rektorat Unsri.

Agus menegaskan kalau pihaknya akan terus berupaya dan mendesak pihak rektorat memenuhi tuntutan mahasiswa. Dia juga meminta rektorat mengembalikan status tiga mahasiswa yang dinonaktifkan. Bahkan, dia mengancam akan menggerakan massa yang lebih besar jika tuntutan tidak dipenuhi.

Sumber: SeputarMusi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *