60 Tips Menyelesaikan Skripsi untuk Mahasiswa

Jika Anda bukan mahasiswa kebanyakan, mungkin tulisan ini tidak banyak manfaatnya. Meski demikian, bukan berarti Anda tidak boleh membacanya. Yang jelas, tips ini saya buat untuk dibaca dan dipahami oleh mahasiswa kebanyakan.

Sumber Gambar: afandi.web.id

Ini adalah tips untuk orang kebanyakan dari orang kebanyakan sehingga harapannya lebih mudah dimengerti 🙂 Tulisan ini adalah rangkuman twit saya dengan topik #TipsSkripsi sehingga mungkin ada penulisannya yang tidak sesuai EYD. Mohon dipahami dan silakan fokus pada isi dan pesannya.

  1. Saya ingat kata-kata Anies Baswedan “Skripsi yang baik adalah skripsi yang selesai”. Tidak cukup kalau sekedar punya IDE skripsi yang hebat 🙂
  2. Pada akhirnya, skripsi adalah sebuah buku yang terjilid rapi. Ide-ide hebat itu penting tapi skripsi adalah soal menulis.
  3. Cara terbaik menemukan topik skripsi adalah dengan membaca skripsi/penelitian yang sudah ada sebelumnya.
  4. Sejak semester awal, baca skripsi kakak kelas. Jangan bingung kalau tidak paham semuanya. Wajar. Setidaknya jadi terbiasa
  5. Sebaiknya punya satu buku (atau file) yang isinya rangkuman skripsi yang sdh dibaca dari awal sehingga terdokumentasi
  6. Buku itu berisi: judul, penulis, tahun, dan deskripsi singkat isi skripsi. Bisa buat dalam tabel seperti ini. Seminggu 1 skripsi.
  7. Menjelang skripsi, kamu sudah akan punya bayangan tema besar skripsi yang diminati. Bacalah skripsi yang satu tema.
  8. Dengan membaca skripsi/penelitian itu kamu akan tahu apa yang sudah dilakukan orang lain dan apa yang belum dilakukan.
  9. Dengan membaca jadi tahu apa yang sudah ada sehingga tahu apa yang belum ada (celah/gap) lalu bisa isi celah itu dengan usulan penelitian.
  10. Tanpa pernah membaca penelitian lain, mustahil kamu bisa usulkan “ini adalah topik yang baru dan belum pernah dilakukan”
  11. Ingat “kita tidak tahu ke mana harus melangkah jika kita lupa dari mana kita berasal” skripsi juga begitu 🙂
  12. Selain mencari sendiri, topik skripsi juga bisa diberikan oleh dosen. Ini lebih mudah tapi juga tidak gampang.
  13. Kalau mau cari topik dari dosen, dekati dan amati dosen yang bidangnya kamu minati. Proaktiflah. Tanya pd beliau.
  14. Kalau topik dari dosen, tanya bahan bacaan agar bs bilang “sdh dilakukan penelitian a, b, c dll tapi topik z ini belum diteliti”
  15. Intinya dari manapun topik skripsi itu, HARUS bisa dijamin topik itu baru dengan menunjukkan topik-topik lain yang sdh ada.
  16. Tapi jangan khawatir berlebihan. Ini ‘cuma’ skripsi kok. Kamu tidak sedang nulis untuk menang hadiah Nobel. Santai aja 🙂
  17. Topik baru itu bukan berarti harus benar-benar belum pernah ada. Bisa saja itu pernah diteliti tapi kamu lihat dari sisi lain.
  18. Kalau ada skripsi lain tentang sesuatu yang kamu suka, bisa saja topik kamu sama tapi pendekatan/data/aplikasi beda 🙂
  19. Kamu bilang “sdh dilakukan penelitian sejenis bla bla bla tapi penelitian ini akan gunakan pendekatan/data/aplikasi beda”
  20. Bisa saja skripsi kamu menguji temuan dalam skripsi sebelumnya jika diterapkan di kawasan lain atau dengan data berbeda.
  21. Biasanya di setiap universitas ada petunjuk skripsi termasuk templatenya. Gunakan itu untuk proposal dan skripsi
  22. Kalau tidak ada petunjuk, ikuti pola/struktur skripsi/proposal kakak kelas. Yang ditiru polanya, bukan isinya
  23. Dalam membuat proposal, pastikan ada fakta dan fenomena yang diamati lalu penelitian-penelitian yang sdh ada dan apa yang belum ada
  24. Selanjutnya sampaikan “dengan memperhatikan fakta, fenomena dan penelitian lain, maka diusulkan topik X dalam skripsi ini”
  25. Proposal peneliti harus tunjukkan bahwa dia paham apa yang sdh ada, tahu apa yang belum ada lalu idenya mengisi yang belum ada itu
  26. Tunjukkan Bagaimana caranya mengisi yang belum ada itu (metodologi), dengan apa? (Bahan/data/alat)
  27. Lalu apa hasil yang diharapkan dari proses itu dan apa manfaatnya. Pastikan ini juga disampaikan saat presentasi proposal
  28. Tips saat presentasi proposal skripsi pernah dikultwitkan oleh @geodesiugm dalam tagar #SemPro. Silakan simak 🙂
  29. Dalam membuat skripsi, kerjasama dengan dosen sangat penting. Kenali dosen kamu. Beda dosen beda perilaku. Perhatikan!
  30. Idealnya dosen harus jadi motivator dan inspirator. Dosen belum tentu paham semua hal secara teknis. Sadarilah 🙂
  31. Jangan harap dosen selesaikan semua masalahmu. Tugasnya bukan itu tapi memberi arahan saja.
  32. Pastikan hubungan dekat dengan dosen. Kadang dosen tidak menyenangkan tapi menghindari dosen adalah awal kegagalan skripsi.
  33. Sebaliknya, dosen harus mampu menjadi menjaga semangat mahasiswa, tidak justru mematikannya dengan komentar negatif.
  34. Akan ada masa-masa suram dalam skripsi. Tips saya, jangan hindari dosen, Seberapapun seremnya. Dia pasti ingin kamu lulus.
  35. Sadarilah tidak ada yang bisa selesaikan semua hal sendiri. Jangan sungkan bertanya pada teman atau siapapun.
  36. Saat skripsi, saya tanya pada dosen jurusan lain, tanya pd teman fakultas lain, kursus singkat juga. Tempuh semua cara baik.
  37. Ingat, betapapun ‘jahat’ kesannya. Pembimbing adalah temanmu, bukan musuh. Dia ada untuk meluluskanmu. Hadapi!!!
  38. Saat masa suram, paksakan diri untuk tetap ke kampus. Di sana ada aura positif untuk membangkitkanmu kembali.
  39. Saat masa suram, berdiam diri di kos sambil main game memang nyaman tapi itu hanya memperbesar rasa bersalah.
  40. Inti dari keluar dari masa suram adalah tega pada diri sendiri untuk membuatnya ‘menderita’ dan ‘tidak nyaman’
  41. Skripsi adalah sebuah cerita. Belajarlah menulis sesuatu yang mengalir. Belum bisa? Banyak membaca dan latihan
  42. Ngetwit dan bikin status FB itu bagus tapi kalau hanya mengandalkan itu, kamu tidak akan terlatih bercerita panjang
  43. Kamu terbiasa dengan potongan-potongan info pendek dan kepribadianmu telah terbentuk demikian tapi skripsi adalah cerita panjang
  44. Suka tidak suka, skripsi bukan twit, bukan status FB yang berupa pecahan info random. Sadari dan latihlah dari sekarang
  45. Menulis blog adalah salah satu sarana berlatih menulis panjang yang runut dan lengkap untuk latihan skripsi
  46. Meski panjang, skripsi bisa dipecah-pecah jadi bagian pendek sehingga kamu tidak gentar duluan dalam menulis
  47. Bagaimana cara makan seekor sapi? Potong jadi bagian-bagian kecil 🙂 skripsi yang tebal juga begitu. Pecah jadi bagian-bagian kecil.
  48. Penting sekali membuat kerangka skripsi yang lengkap dan detil sehingga kamu bisa kerjakan sediki demi sedikit.
  49. Pada akhirnya, skripsi adalah hasil kerja keras. Skripsi untuk yang tekun/rajin, bukan yang pintar/genius.
  50. Saat cari ide, kecerdasan dan kreativitas memang penting tapi saat menyelesaikan skripsi kamu harus rajin dan tekun.
  51. Kadang kamu pilih pembimbing karena dia hebat di bidangnya. Sadarilah, orang hebat itu sibuk karena dibutuhkan di mana-mana.
  52. Tugas dosen: ngajar, meneliti, pengabdian pd masyarakat. Kamu bukan satu-satunya yang diurusin. Buatlah kesepakatan kerja!
  53. Tidak semua dosen adalah manajer yang baik. Saya mungkin termasuk salah satu yang tidak baik. Kamu harus bantu agar skripsi lancar.
  54. Misal bantu dosen bisa ngoreksi skripsi dengan cepat dengan menunjukkan bagian-bagian yang perlu dikoreksi dan bagian yang sudah.
  55. Kalau ada koreksi berupa tulis tangan, simpan dengan baik jangan sampai hilang. Saat nyerahkan koreksian kamu juga harus ada arsip.
  56. Memang ngeselin tapi ada kok kejadian dosen menghilangkan draft skripsi mahasiawanya 😦 Antisipasi dengan arsip yang bagus.
  57. Dosen juga manusia yang bisa teledor. Sayangnya, kalau ada kejadian, lebih sering mahasiswa yang jadi repot. Makanya antisipasi ya.
  58. Lakukan pertemuan rutin meskipun kemajuan tidak ada. Ini penting untuk memotivasi tetap kerja. Daripada malu, ya nggak? 🙂
  59. Sekali lagi ingat, skripsi adalah tulisan, bukan hanya model, bukan hanya ide-ide cemerlang, bukan hanya penemuan yang menggemparkan.
  60. Mengutip lagi Mas @aniesbaswedan “Skripsi yang baik adalah yang selesai”. Semoga ini bermanfaat. Terima kasih

Referensi: Made Andi

Leave a Reply