fbpx

Cerita Pria Alumnus FKIP Unsri Jadi Petani Bonsai, 2 Tahun Gagal, Sekarang Panen Untung

Dengan raut wajah tampak serius, Eprianto memotong dahan-dahan batang cemara yang baru ia dapatkan dari seorang penjual tanaman hias.

Batang cemara setinggi hampir satu meter itu dililit menggunakan kawat khusus untuk membentuk alur dahan batang.

Batang cemara ini merupakan satu dari puluhan tanaman yang sedang dipersiapkan Eprianto untuk dijadikan tanaman bonsai untuk beberapa tahun depan.

Eprianto atau biasa dipanggil Epri merupakan seorang petani sekaligus pecinta tanaman bonsai asal Desa Seri Bandung, Kecamatan Tanjung Batu, Ogan Ilir.

Bapak dua anak berusia 32 tahun ini sudah sejak lima tahun lalu hobi mengoleksi bonsai yang dipajang di halaman rumahnya.

“Hobi koleksi bonsai ini sejak lima tahun lalu, tahun 2016,” kata Epri memulai cerita kepada TribunSumsel.com yang menyambangi kediamannya di Seri Bandung, Sabtu (16/1/2021).

Di sekitar halaman rumah Epri, terdapat 35 batang tanaman bonsai baik yang belum jadi, setengah jadi dan sudah jadi bahkan pernah ikut kontes.

Jenis-jenis bonsai yang menghiasi lingkungan tempat tinggal Epri diantaranya Serpang, Cemara, Sapu-sapu, Boksus, Kingkit, Merton, Asam Jawa, Sakura Mikro, Hujan Emas, Kemuning, Sancang, Beringin dan bahkan Adenium atau biasa disebut Kamboja.

“Kalau jenis yang paling banyak itu seperti Serpang, Beringin dan Cemara,” kata Epri.

Artikel Terkait

- Advertisement -

Trending

- Advertisement -